Minggu, 22 Mei 2016

Nice Homework #2 : Membangun Peradaban dari Rumah..




Nice Homework #2 : 

MembangunPeradaban dari Rumah ..



πŸ“ NICE HOMEWORK #2πŸ“

Bunda, setelah semalam kita belajar tentang "membangun peradaban dari dalam rumah" maka pekan ini kita akan belajar mempraktekkannya satu persatu. 

a. Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki "alasan kuat" bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda. 

Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami

>> Untuk tugas kali sy langsung lesan ke suami, kebetulan sy dan suami sering diskusi bersama..
Dan setiap hari sy selalu merasa jatuh cinta padanya, suamiku yg lembut, suamiku yg biaksana, suamku yang tidak menuntut banyak dariku, ,  dia punya sendiri dalam mencintaiku,,,
Suamiku memang mempunyai mimpi bsar untuk keluarga kami, menjadikan keluarga ini menjadi poros teladan dan bisa bermanfaat untuk masyarakat sekitar. :)

b.Lihatlah anak-anak anda, tuliskan kekuatan potensi dari mereka, siasati kelemahan masing2.
>> Si dedek insyaAlloh akan launching bulan depan, pas di bulan suci Ramadhan, mohon doanya moga nnati diberi kelancaran, sy dan si dedek diberi kesehatan :)

c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, memgapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki.

>> Potensi sy.. 
 Bersemangat, pembelajar, mengusakan yg terbaik..
Alhamdulillah Alloh memberikan kepadaku untuk sekolah tinggi, mengenal banyak komunitas yang bermanfaat, Dengan ilmu ilmu yang ada, yang sedang sy gali semoga bisa mendidik anak dan menciptakan keluarga yan bermanfaat, bukan hanya sekedar berkeluarga, tapi keluarga yang bermanfaat dan bernilai.
     

d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? kearifan lokal apa yg anda lihat? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?

>> Lingkungan yang sy tinggali sebagian besar masih berpegang dengan adat, sy dan suami ingimn menciptakan lingkungan yang islami. kata suami , dengan teladanlah nantinya mereka akan bisa menerima perubahamn. Sy dan suami memang sedang merintis desa binaan. semoga Allah meridhoi langkah kami, Desa binaan yang kami mimpikan bisa tercipta.

e. Setelah menjawab pertanyaan a-d, sekarang belajarlah memahami apa sebenarnya "peran spesifik keluarga" anda di muka bumi ini.

>> Menjadi keluarga Teladan 


Minggu, 15 Mei 2016

IBU PROFESIONAL, KEBANGGAAN KELUARGA.... ITUKAH AKU???


Sauadaraku...
Wanita itu begitu mulia,,
Begitu mulianya wanita.. Di dalam Al-Qur'an ada surat khusus yang artinya "wanita"...
Beruntunglah kita diciptakan menjadi wanita ... bersyukurlah... 


Sebagai wanita...
Firah kita akan menjadi istri dan ibu..
insyaAlloh semua aklan merasakannya.. dan mengalir begitu saja..
hmm... kalau dipikir  dipikir akan sangat merugi jika kita membiarkan semua mengalir begitu saja..
akan terasa indah jika semua dipersiapakan dengan sempurna... iy bukan ?

Terasa indah jika  kita bisa menjadi seorang wanita yang mempunyai agama baik, berkompeten,  buat ssuami dan anak bangga...  
tentu semua itu tdk bisa instans sauadaraku... kita perlu ilmu, perlu semangat untuk menjadi wanita yg sempurna itu...


Biar fitrah wanita ini tidak mengalir begitu saja..
baiknya ada kompetensi dan inidikator yang harus kita punya..
baiklah,.,, ini versiku... silahkan teman-teman nanti jg membuat ya... 


PROFESIONALISME PEREMPUAN

A. Sebagai individu
     -> Spritual
         - Sholat WajibTepat waktu 
         - Membaca Alqur'an minimal 1 juz per hari
         - Sholat dhuha dan tahajud setiap hari
         - Menambah Hafalan Alquran minim 3 ayat/hari
         - Dzikir pagi dan sore 
         - sedekah
         - ke majlis ilmu minimal 1 pekan sekali

       ->  Fisik
         - Menjaga badan tetap sehat dan segar
          - Tampil Rapi, bersih cantik setiap waktu
          - olahraga teratur
           makan makanan yang bergizi

         -> Kompetensi
          - Membaca buku minimal 1 bab setaiap hari
          - bergabung dengan komunitas untuk uggrate diri
          - mengikuti peltihan untuk mengupgrate diri minimal 1 bulan sekali


B. Sebagai ISTRI
     - selalu cantik , bersih, indah , rapi di hadapan suami'
     - menyiapakan keperluan suami setiap hari, memasak, mencuci, menyetrika dll
     - managemen keuangan suami
     - memasak makanan bergizi
     - menjaga kebersihan dan keindahan rumah
     - menjadi teman curhat suami
     

C. Sebagai IBU
     - mengajarkan tauhid dan keilmuan kepada anak
    - memantau perkembngan anak
    -  memberikan makanan yg bergizi kepada anak
    - upgrade ilmu tentamg perkembangan anak
     - menyusun kuriukulum edukasi buat anak
      - memberikan lingkungan  dan suasana islami kepada anak sejak bayi
     - menjadi tempat curhat keluarga

suci/bpm/15/5/16
+
            
       




MENJADI IBU PROFESIONAL, KEBANGGAAN KELUARGA


Oleh : Septi Peni Wulandani

Salam Ibu Profesional,
Selamat  datang di program Matrikulasi Ibu profesional.
Di sesi pertama ini kita akan membahas tentang 4 hal :
a. Apa Itu Ibu Profesional?
b. Apa itu Komunitas Ibu Profesional?
c. Bagaimana tahapan-tahapan untuk menjadi Ibu Profesional?
d. Apa saja indikator keberhasilan seorang Ibu Profesional?

APA ITU IBU PROFESIONAL?
Kita mulai dulu dengan mengenal kata IBU ya. Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia Ibu itu memiliki makna 1 perempuan yang telah melahirkan seseorang; 2 sebutan untuk perempuan yang sudah bersuami;3 panggilan yang takzim kepada perempuan baik yang sudah bersuami maupun yang belum; 4 bagian yang pokok (besar, asal, dan sebagainya): -- jari; 5 yang utama di antara beberapa hal lain; yang terpenting: -- negeri; -- kota;
Sedangkan kata PROFESIONAL, memiliki makna 1 bersangkutan dengan profesi; 2 memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya: ia seorang juru masak --;

Berdasarkan dua makna tersebut di atas, maka IBU PROFESIONAL adalah seorang perempuan yang : a. Bangga akan profesinya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya.
b.Senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh –sungguh mengelola keluarga dan mendidik anaknya dengan kualitas yang sangat baik.

APA ITU KOMUNITAS IBU PROFESIONAL?
Adalah forum belajar bagi para perempuan yang senantiasa ingin meningkatkan kualitas dirinya sebagai seorang ibu, istri dan sebagai individu.
VISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL
Menjadi komunitas pendidikan perempuan yang paling unggul di Indonesia.

MISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL
1.Meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi
guru utama dan pertama bagi anaknya.
2. Meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya
sehingga menjadi keluarga yang unggul.
3. .Meningkatkan rasa percaya diri  ibu dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga  ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya
4. Meningkatkan peran ibu menjadi "change agent" (agen pembawa perubahan), sehingga keberadaannya akan bermanfaat bagi banyak orang.

BAGAIMANA TAHAPAN-TAHAPAN MENJADI IBU PROFESIONAL?
Ada 4 tahapan yang harus dilalui oleh seorang Ibu Profesional yaitu :
a. Bunda Sayang 
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi
guru utama dan pertama bagi anak-anaknya
b. Bunda Cekatan
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya
sehingga menjadi keluarga yang unggul.
c. Bunda Produktif
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan rasa percaya diri  ibu, dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga  ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya
d. Bunda Shaleha 
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan peran ibu sebagai agen pembawa perubahan di masyarakat, sehingga keberadaannya bermanfaat bagi banyak orang.

APA INDIKATOR KEBERHASILAN IBU PROFESIONAL?
“Menjadi KEBANGGAAN KELUARGA”
Kalimat di atas adalah satu indikator utama keberhasilan seorang Ibu Profesional. Karena customer kita adalah anak-anak dan suami. Maka yang perlu ditanyakan adalah :
BUNDA SAYANG
a. Apakah anak-anak semakin senang dan bangga dididik oleh ibunya?
b. Apakah suami semakin senang dan bangga melihat cara istrinya mendidik anak-anak, sehingga keinginannya terlibat dalam pendidikan anak semakin tinggi?
c. Berapa ilmu tentang pendidikan anak yang kita pelajari dalam satu tahun ini?
d. Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan bersama anak-anak?

BUNDA CEKATAN
a. Apakah manajemen pengelolaan rumah tangga kita menjadi semakin baik?
b.Apakah kita sudah bisa meningkatkan peran kita di rumah? Misal dulu sebagai “kasir” keluarga sekarang menjadi “manajer keuangan keluarga”.
c.Berapa ilmu tentang manajemen rumah tangga yang sudah kita pelajari dalam satu tahun ini?
d.Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan dalam mengelola rumah tangga

BUNDA PRODUKTIF
a. Apakah kita semakin menemukan minat dan bakat kita?
b. Bagaimana cara kita memperbanyak jam terbang di ranah minat dan bakat kita tersebut?
c. Apakah kita merasa menikmati (enjoy), mudah (easy), menjadi yang terbaik (excellent) di ranah minat dan bakat kita ini?
d. Bagaimana cara kita bisa produktif dan atau mandiri secara finansial tanpa harus meninggalkan anak dan keluarga?

BUNDA SHALEHA
a. Nilai-nilai apa saja yang kita perjuangkan dalam hidup ini?
b. Apa yang ingin kita wariskan di muka bumi ini, yang tidak akan pernah mati ketika kita tiada?
c. Program berbagi apa yang akan kita jalankan secara terus menerus?
d. Apakah kita merasa bahagia dengan program tersebut?

Setelah materi disampaikan, maka langsung dibuka sesi tanya jawab dimana peserta diperbolehkan langsung menyampaikan pertanyaan di grup. Pertanyaan demi pertanyaan langsung mengalir deras. Berikut beberapa pertanyaan yang sempat terbahas oleh bu Septi hingga jam kulwapp usai. Pertanyaan-pertanyaan berikutnya yang belum terjawab akan dijawab oleh beliau secara bertahap. 
1. Mandiri secara finansial ....apakah itu suatu keharusan?
Makna produktif di Ibu Profesional tidak selalu bermakna dengan uang. Bisa produktif berbagi ilmu dan karya. Hanya secara fitrah ketika kita sudah profesional menjalankan peran hidup kita, maka uang itu akan mengikuti kita, bukan kita yang mengejar uang.
Maka kemandirian finansial menjadi salah satu pendukung (bukan satu-satunya) proses terwujudnya rasa percaya diri seorang ibu. Ibu yang percaya diri akan mendidik anaknya dengan jauh lebih baik.
2. Step pertama yg mesti dilakukan utk melangkah menjadi ibu profesional?
Setiap mendapat materi, maka segera kerjakan nice homework yang diberikan keesokan harinya. Lakukan perubahan sekecil apapun yang bisa kita lakukan. Materi sekeren apapun kalau tidak dipraktekkan, akan sia-sia, karena tidak akan membumi dan menjadi amalan kita.
3. Bu Septi, bagaimana kita menemukan misi hidup spesifik? Menurut yang saya pelajari, misi hidup tersebut lebih ke aspek batin atau spiritual dibandingkan aspek sosial ekonomi. Meskipun tidak menampik adanya pengaruh ke arah 2 aspek tersebut jika kita telah menemukannya. Mohon pandangan Ibu.
Dalam hidup ini tidak ada yang terpisah-pisah antara aspek batin, spiritual, sosial dan ekonomi, semua menjadi satu kesatuan. Orang yang sudah menemukan misi spesifik hidupnya itu akan paham apa maksud Allah SWT menciptakan dirinya di muka bumi ini. Sehingga seluruh perjalanan hidupnya adalah perjalanan menuju DIA. Karena orang yang sudah berjalan di jalanNya tidak perlu heboh mencari peluang, peluanglah yang akan datang padanya.
4. Apakah memang harus berurutan, Bu?
Apabila Anda belum memiliki anak, mulailah dari bunda cekatan, kalau sudah punya anak, langsung ke bunda sayang. Setelah itu lanjut ke bunda produktif dan shaleha. Karena ini merupakan anak tangga Ibu Profesional, maka sebaiknya dikuatkan setahap demi setahap, agar mendapatkan pijakan yang kuat.
5. Bagaimana jika ingin menjadi seorang ibu profesional tapi kurang dukungan dari suami?
Bunda, perempuan itu makhluk luar biasa, diberikan berbagai kekuatan ganda, jadi apabila suami tidak mendukung, tetap berjalanlah dan JANGAN BERHENTI. 
Dengan catatan : selama suami tidak mengganggu perjalanan anda sebagai Ibu Profesional, lanjutkan. Tapi kalau mengganggu segera selesaikan dulu rintangan ini.
Setelah anda berjalan, segera mendekatlah ke Yang Maha Membolakbalikan Hati. Agar suami kita mau mendukung perjalanan kita mendidik anak.
Karena berdasar pengalaman, istri yang tidak didukung suami, akan tetap menjalankan aktivitas mendidik anak dengan BAIK, berbeda apabila kondisi sebaliknya.
Sedangkan  keluarga yang suami istri mau berjalan bersama beriringan, bisa mendidik anak dengan SANGAT BAIK.
Sehingga pilihannya hanya dua BAIK dan SANGAT BAIK
6. Bila berbicara tentang komunitas terkadang secara tidak langsung terbagi menjadi ibu rumah tangga dan ibu bekerja. Yang ibu bekerja kebanyakan jadi terfikir untuk resign demi perkembangan anak-anak nya. Bagaimana di IIP memandang ini, Bu?
Di Ibu Profesional hanya ada satu ibu yaitu IBU BEKERJA. Ada yang memilih BEKERJA DI RANAH DOMESTIK dan ada yang memilih BEKERJA DI RANAH PUBLIK, dua-duanya memerlukan keprofesionalitasan. Sehingga harus mengikuti pijakan-pijakan yang ada.
Ibu yang memilih bekerja di ranah domestik harus menguatkan bunda sayang dan bunda cekatannya sebagai pijakan masuk ke ranah publik dengan dasar ilmu bunda produktif dan bunda shalehah.
Ibu yang memilih bekerja di ranah publik, harus menguatkan bunda produktif dan bunda shaleha dengan benar, agar bisa dengan cepat  mengejar ketertinggalan di bunda sayang dan bunda cekatan.
7. Ketika ada ibu profesional, bagaimana dengan ayah profesional? Bagaimana dengan keprofesionalan ayah dalam keluarga?
Jangan pernah menuntut ayah, karena fitrahnya laki-laki baik-baik itu untuk perempuan baik-baik. Pasangan hidup adalah cermin bagi kita, ketika kita mendapati suami "tidak sesuai harapan" jangan buru-buru menuntut, itu pertanda kualitas kita juga sama. Maka pakai prinsip :
 For Things to CHANGE, I MUST CHANGE FIRST
Untuk mengubah seseorang, maka ubahlah diri kita terlebih dahulu. Istilah di Ibu Profesional, "proses memantaskan diri'. Jangan pernah berhenti di ranah ini, karena Allah tidak akan rela memberikan kita pasangan hidup yang tidak mau berubah ketika kita terus berubah.
Apabila ingin mengajak para ayah, buatlah aktivitas keluarga, jangan diminta sang ayah menyendiri mencari komunitas sendiri.
8. Bu Septi, saya sudah menemukan minat dan bakat dan sudah merasa menikmati (enjoy), mudah (easy), menjadi yang terbaik (excellent) di ranah minat dan bakat ini tetapi saya tidak tahu bagaimana cara kita memperbanyak jam terbang di ranah minat dan bakat kita. Bagaimana saran Ibu?
Hanya ada dua kata KONSISTEN dan KOMITMEN. Menurut penelitian para ahli, seseorang akan menjadi ahli itu apabila sudah mencapai 10.000 jam terbang. Maka tetapkan mulai besok, sehari akan mendedikasikan waktu kita untuk ranah minat dan bakat ini berapa jam, berkomitmenlah bahwa 10.000 jam terbang anda akan raih selama berapa tahun. Setelah itu konsisten di satu hal, jangan berganti-ganti.
9. Untuk bunda sayang,bagaimana menilai bahwa anak bangga dan suka dididik oleh ibunya? Karena yang saya lihat satu anak (7tahun) seperti menurut agar tidak kena marah, dan yang satu (5tahun) speperti tidak mau mendengar apa yang saya sampaikan untuk kebaikannya.
Lihatlah respon mereka, dan IQRA', pertajam hati untuk membacanya. Karena kondisi di atas artinya "komunikasi kita ke anak" belum clear. Maka perkuat materi komunikasi produktif. 
10. Apakah ini merupakan sebab akibat, Bu? Kalau suami tidak mau/tidak bisa/tidak mampu banyak terlibat, apakah cara ibu ini belum benar/banyak kekurangan dalam mendidik anak-anaknya?
Tergantung tipe apa suami kita, kalau tipe suami itu hanya mencari nafkah dan urusan rumah adalah urusan istri, maka semakin kita tidak mampu mendidik anak, semakin tidak ingin terlibat, karena merasa menambah beban pikiran dia. Akhirnya cuek dalam kegalauan.
Tapi kalau suami tipe  family man, melihat istri tidak mampu mendidik anak, akan semakin ingin melibatkan diri bahkan mendidik kita.
Dan siapakah sebenarnya yg harus mulai terlebih dahulu, apakah memang mesti dari seorang ibu dulu? 
Karena Anda yang melahirkan, maka jangan pernah bergantung pada siapapun dulu untuk mendidik anak, meski itu suami kita. Andaikata suami kita mau terlibat itu bonus keberkahan yang luar biasa.
11. Bagaimana cara mendidik anak-anak jika kita masih tinggal dengan mertua yang kadang ada bedanya dalam mendidik anak, anak jadi banyak pola asuhnya.
Bunda berdiskusilah terus dengan mertua untuk menemukan titik temu pola pendidikan antara kita dan mertua kita. Tentukan mana ranah yang prinsiptidak bisa diubah, dan mana ranah yang fleksibel menyesuaikan kondisi. Seringlah ajak ibu mertua berkegiatan bersama, sehingga masing-masing akan saling memahami.
12. Menurut bu Septi, bagaimanakah cara single mom bisa menjadi ibu profesional? Dan bagaimanakah efek ke anak? Apakah ia bisa tumbuh seperti umumnya?
Bunda, saya dibesarkan oleh seorang single mom, ayah meninggal saat saya usia 8 tahun. Ibu menjadi sosok yang sangat tegar saat itu. Perempuan memang ditakdirkan untuk memiliki energi dobel. Sehingga pintar-pintarlah memanage energi tersebut. Logika harus seimbang dengan perasaan.Kemudian untuk peran ayah, ibu saya dulu mendekatkan saya ke pakdhe/ om dari jalur ibu, agar sosok ayah tidak hilang dari kehidupan saya. Alhamdulillah sampai hari ini semua berefek positif.
13. Bagaimana mengaplikasikan bunda sayang karena yang dirasakan ketika anak bertambah dan semakin besar sepertinya lebih sulit untuk membuat anak bangga dengan didikan ibunya?
Kuncinya tidak boleh BERHENTI mengaplikasikan sebisa yang kita mampu. Teruslah berjalan, karena tugas kita hanya ikhtiar, hasil itu hak Allah. Jangan terganggu oleh perasaan, saya merasa, sepertinya, katanya dll. Pastikan apa yang bunda jalankan sudah ON track, maka jangan berhenti meski anak kita makin besar. Karena nanti PR makin banyak dan waktu tidak bisa diputar ulang. Pengalaman saya bunda sayang itu cukup efektif di kisaran usia anak 0-12 tahun, setelah itu bunda bisa masuk ranah produktif dengan tenang dan bahagia.
14. Mungkinkah seorang ibu merasa sudah menjalani hal-hal pada tahapan Bunda Sholeha tapi dia merasa ada beberapa hal pada tahapan bunda Cekatan yg belum di kuasainya. Bagaimana pendapat ibu?
Sangat mungkin, indikatornya apa? Biasanya ada yang tidak seimbang dalam perjalanan kita di Bunda Sholeha. Mulai dari memanage waktu, struktur berpikir, mempolakan aktivitas dll. Kalau menjumpai kondisi ini, lebih baik mundur dulu sesaat untuk membenahi manajemen diri kita di bunda cekatan, setelah itu ambil start lagi dengan persiapan matang untuk bisa mencapai finish di bunda shaleha.
15. Menjadi ibu profesional sangat saya dambakan dari dulu, materi sudah didapatkan, sering ikut kuliah tapi saya merasa belum profesional juga malah bingung mana yg harus dikerjakan terlebih dahulu dan biasanya satu materi dipraktekan, belum selesai saya ganti lagi materi yg lain karena sepertinya penting dan harus segera dan begitu seterusnya. Yang saya dapatkan justru saya merasa setengah-setengah. Bagaimana mengatasinya ya Bu dan butuh berapa lama kira-kira kita konsisten dengan satu materi ya Bu. Terimakasih.
Mbak Ani, ini pentingnya membuat checklist profesionalisme perempuanyang jadi NHW #1 kita. artinya ada skala prioritas yang harus kita kerjakan satu persatu. Mulailah dari yang mudah terlebih dahulu baru beranjak ke tingkat kesulitan yang makin tinggi. Cara menilai adalah per minggu. Misal materi komunikasi produktif, anda akan mulai dengan pekan ini belajar "the power of question" ke anak-anak. Maka lihat bagaimana perkembangan komunikasi ananda pekan ini dengan pekan lalu? terus tambahkan hal baru lagi setiap saat.
16. Pertayaan spesial karena pertanyaan pribadi, hihi
🏽Mesa - Bandung
Saat ini banyak bermunculan komunitas belajar perempuan yang sedikit banyak memiliki kemiripan dg IIP. Berkaitan dg visi ibu profesional diatas, apakah ada rencana masa depan untuk membuat program bersama/bersinergi dg komunitas pendidikan perempuan yg lain bu? Dan adakah bayangan bentuk kolaborasinya seperti apa? Terimakasih, Bu.
Alhamdulillah makin banyak komunitas yang tumbuh, bersinergi itu kunci utama teh, selama masing-masing komunitas memiliki core value yang hampir sama. Bentuk kolaborasi yang sangat memungkinkan adalah membentuk jejaring dalam bentuk Community Based Education for Woman. Bahkan saya sedang membayangkan hadirnya Woman University di Indonesia. Ini perlu jejaring.

Pertanyaan-pertanyaan yang masih antri menunggu jawaban insyaAllah akan diupdate disini jika sudah terjawab. Hari ini, bersiap menerima nice homework yang akan diumumkan dan mewawancarai anak dan suami mengenai pandangan mereka atas kinerja diri ini, :D

Pesan Cinta : Terimakasih pada Abiya, suami yang sudah memberikan kesempatan untuk bergabung dalam komunitas belajar ibu ini dan berperan aktif mewujudkan sebuah hometeam hingga muncul griya riset sebagai salah satu karya bersama. Juga pada ananda, Mentari Pagi yang jika ditanya sudah sekolah atau belum, selalu menjawab sudah, dengan Ummi sebagai gurunya. Semoga kita selalu dalam jalan, bimbingan dan ridho Allah, aamiin...


-suc/bpm/15/52016

Senin, 08 Februari 2016

Nice Day...

JANUARI 2016 BERCERITA…

30, januari 2016
Ulang tahun pernikahanku yang kedua…
Waktu berjalan begitu cepat..  cepat sekali berlalu.. . tak terasa kami sudah bersama sama mengarungi kehidupan 2 tahun bersama –sama..

Aku termenung.. mengingat masa kecilku.. begitu banyak cerita kehidupan yang kualami.. dan kini aku sudah punya suami.. suami yang begitu aku dambakan.. dan tak menyangka dialah orangnya..

Suamiku, seorang sosok yang lembut dan bijaksana..
Ada seseorang yang pernah bilang kepadaku.. aku beruntung berjodoh dengannya.. sosok yang baik, lembut dan amanah.

Suamiku, adalah sosok yang begitu berbakti pada kedua orang tuanya..
Saat SMA Sudah mandiri, sudah menghasilkan uang sendiri.. Rela kuliah di dalam kota, untuk menemani dan agar bisa sering menjenguk orang tua.. padahal ditawari kakaknya kuliah di kota besar.Dan mempunyai kebiasaan memijat orang tuanya ketika pulang.. itu dilakukannya rutin. Ketika memasak , suamiku sudah biasa memarut kelapa untuk ibunya.. super anak yang perhatian sama orangtua.

Dan aku..
Dulu aku merasa aku sudah menjadi pribadi yag hebat, dengan berbagai pengalaman , workshop, pelatihan, seminar yang sering aku ikuti aku kira sudah membuat aku menjadi orang hebat…
Ternyata semua itu tidak semudah membalikkan telapak tangan.. ilmu sudah kudapat.. ternyta praktekmyalah yang susah..

Benar sekali kata suamiku, jangan terlalu banyak teori, tapi segera prakteklah,,.
Dan hidup ini terus berjalan..  jangan sampai semuanya mengalir seperti air begitu saja…
Kita harus punya visi dan impian-impian yang jelas..  dan inilah cerita kami sebelum visi baru ini terbentuk..

Tahun pertama di pernikahanku..  

kami masih saling berusaha mengenal satu sama lain.. kami jg masih LDR, Karena aku masih menyelesaikan kuliah di sby.
Banyak kenangan indah yang kami lalui bersama.. awal menikah kami sering liburan masihan. Hhe

Seiring bergulirnya waktu, ternyata beberakali terjadi cekcok juga diantara kita. Biasanya hal ini karena perbedaan pendapat dan masing- masing merasa dirinya benar.  Apalagi kondisi LDR Yang kami masih jarang ketemu.
Kadangkala sampai membuat air mata ini menetes, menetes bukan karena suamiku jahat, tetapi, aku merasa bersalah , merasa belum menjadi istri yang baik. Dulu aku PD Sekali akan bisa menjadi istri yang baik, ternyata praktek ilmu nyata, tak semudah ketika mempelajari ilmunya.

Aku sedih sekali ketika aku dan suamiku sedikit bertikai,harusnya kami bisa menyelesaikan dengan baik- baik. Pernah suatu kali kami sama- sama emosi, merasa benar sendiri. Akhirnya aku hanya bisa menangis ,menyesal kenapa harus terjadi. Setelah berbaikan suamiku berkata”

“ ISTRIKU Dunia ini akan lebih sejuk, ketika gerimis sebentar menyirami bumi, begitu pula dengan cinta kita, setelah  ada tetesan air mata, membuat benih cinta semakin tumbuh, dan cinta semakin subur”

Mengutip perkataan ustdz Cahyadi, Perjalanan sebuah keluarga memang seperti ketika kita dan sekeluarga sedang dalam perjalanan. Ketika dalam sebuah perjalanan, kadang terjadi macet, kadang ada lampu merah dan hal lainnya. Kita harus bisa melewati macet dan lampu merah yang ada, agar kita bisa sampai ke tempat tujuan kita.

Tahun KEDUA MENIKAH

Alhamdulillah kami sudah saling mengenal, hampir sudah tidak pernah terjdi perselesihan diantara kita. Karena kami sudah memahami sifat masing masing dan sudah tau bagaimana manajemen konflik di rumah tangga kami. Kami sudah saling legowo, menerima kelebihan dan kekurangan masing- masing.
Tepat, di tanggal 30 JANUARI kemarin, special sy meminta suami untuk libur , dan kami mengagendakn liburan bersama. Hari itu adalah ulang tahun pernikahan kedua kami.
Kami berlibur ke air terjun Ironggono, disanalah kami melakukan evaluasi dan merumuskan visi dan impian impian bersama kita lgi di tahun 2016, di dukung suasana yang sejuk, segar, membuat acara kami sangat nyaman.

Inilah agenda-agenda yang dibahas”

1.      Evaluasi dari suami untuk istri dan pemberian solusi
2.      Evaluasi dari istri ke suami dan pemberian solusi
3.      Review VISI keluarga
4.      Impian dan capaian kami di tahun 2016
Nah inilah VISI KAMI “

“MEWUJUDKAN KELUARGA RABBANI YANG MANDIRI DAN MENJADI POROS TELADAN DI MASYARAKAT”

DAN INI ADALAH TARGET CAPAIAN KAMI DI TAHUN 2016

1.      Punya dedek ( insyaALLAH ANAK Pertama kami lahir bulan Ramdahan 2016
2.      Punya 1 rumah
3.      Punya bisnis online yang berjalan minim profit 5 juta/Bulan
4.      Punya Binaan baru                                       
5.      Punya LEMBAGA
6.      Punya usaha marketing banyak produk
7.      Akhir tahun punya simpanan  50 juta
8.      Menggaji orang lain
9.      Mencetak 3 PENGUSAHA BARU
10.   Sukses menguasai step BUNDA CEKATAN DAN BUNDA SAYANG di kurikulum IIP.


#09.02.2016-BPM-Suciws-001#